BERSYUKUR & BERSABAR

Friday, February 20, 2009 21:30
Posted in category Kepribadian

Mmmm, ya ya ya banyak kali defenisi sukses yah…
Satu lagi ===> SUKSES adalah berdiri di hadapan Tuhan tanpa rasa malu

["Sukses sejati adalah hidup benar di jalan Yang Maha Kuasa, hidup baik,

tidak menipu, apalagi scam, saleh & selalu rendah hati. Sukses itu tidak

lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan, tidak lagi menginginkan

kesembuhan ketimbang sakit, sukses sejati adalah bisa menerima

sepenuhnya kelebihan, keadaan, dan kekurangan Anda apa adanya dengan

penuh syukur"]

menarik yah….

["Semakin berharga diri Anda, semakin mahal orang mau

membeli waktu Anda."]

Tak HERAN, Rasulullah sebagai orang berharga ditawar dengan segunung UHUD Emas…
tapi beliau memilih utk menolak demi kelangsungan dakwah umat… luar biasa…

jika ["harga 2 jam-nya Kiyosaki bicara ngalor ngidul di seminar bisa dibayar 200 juta ato harga 2 jam seminar Pak Tung bs mencapai 100 juta!!!"]

Berarti BERAPA harus kita Bayar waktu yang telah diluangkan Tuhan untuk menulis nasihat2nya dalam kitab SUCI..??

BERSYUKUR LAH KITA…

Alhamdulillahirabbil’alamin…

Ikut nambahi :
Orang sukses itu adalah orang yang dapat melaksanakan apa yang dikatakan Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bersabda :”Sungguh luar biasa orang yang beriman itu dalam setiap keadaan,semua keadaan baginya adalah baik. Jika diberi cobaan dengan kesenangan dia bersyukur,jika diberi cobaan dengan kesulitan dia bersabar”.
Jadi kata kuncinya adalah BERSYUKUR & BERSABAR.
Insya Allah kita dapat menjalaninya.Amin

Jangan didik anakmu

Friday, February 20, 2009 20:37
Posted in category Uncategorized

Jangan didik anakmu laki-laki
Bahwa kekuatan dan keperkasaan adalah segalanya
Ajari dia untuk mencintai dan menerima dirinya apa adanya

Jangan didik anakmu laki-laki
Untuk mengejar kehormatan dan kekuasaan
Ajari dia untuk mengejar cinta kasih dan kebijaksanaan

Jangan larang anakmu laki-laki jika ia menangis
Dan jangan katakan padanya bahwa laki-laki tak boleh cengeng
Ajari dia untuk mengenali dan menerima perasaannya
Bahwa air mata adalah anugerah Tuhan yang indah
Sehingga ia belajar untuk tidak frustasi oleh emosinya
Dan jika dewasa ia telah belajar untuk hidup dengan seutuhnya

Jangan didik anakmu perempuan
Bagaimana menjadi cantik
Ajari dia untuk mencintai dan menerima dirinya apa adanya

Jangan didik anakmu perempuan
Bagaimana untuk menyenangkan laki-laki
Ajari dia untuk menyenangkan hati Tuhan

Jangan larang anakmu perempuan
Jika ia menikmati melompat, berlari, dan memanjat
Jika ia suka menjelajah dan mengutak-atik benda-benda
Jangan kaupaksa dia untuk duduk manis diam dan tenang
Karena jiwanya yang ingin bebas jadi dirinya sendiri
Dan juga rasa ingin tahunya yang telah Tuhan anugerahkan
Telah kaubonsai dan kaurusak sejak dini

Isilah rumahmu
Dengan cinta, hikmat, dan kebijaksanaan
Bukan dengan harta, keindahan tubuh, gelar, dan kekuasaan
Bagikanlah kepada anakmu laki-laki dan perempuan
Keindahan menikmati mentari pagi
Kehangatan rasa ketika menggenggam pasir
Kemesraan seekor kupu-kupu hinggap di atas bunga
Dan merdunya suara tetes-tetes hujan
Jika kau ingin anakmu rajin beribadah
Gemakan keberadaan Tuhan dalam dirimu
Ia takkan bisa kaupaksa berdoa dan sembahyang
Ketika dia tak dapat menangkap makna ibadah darimu

Jika kau ingin anakmu mencintai pengetahuan
Pancarkan rasa ingin terus belajar
Nasihatmu tak akan bisa membuatnya mau membaca
Ketika dia tak pernah menyaksikan engkau menikmati buku

Jika kau ingin anakmu penuh kasih
Tunjukkan cinta kasihmu kepadanya dan sesama
Kata-kata saja tidak akan mempan membuatnya mengasihi
Jika ia tak pernah merasakan cinta darimu

Untuk anakmu
Engkau adalah teladan yang utama
Tak perlu banyak kata, tiada perlu jutaan nasihat
Jika kau ingin anakmu hidup seperti yang kauinginkan
Hiduplah demikian!

PENTINGNYA FOKUS

Thursday, February 12, 2009 8:53
Posted in category Kepribadian

Seorang psikolog dan pembicara public yang telah mempelajari performance para peraih puncak hampir selama 20 tahun , ketika melakukan ekspansi bisnisnya ke Taiwan pernah ditanya oleh seorang karyawan barunya.
“Mr steve, Apa yang harus saya lakukan agar saya  bisa sukses seperti anda ?
“Baik, saya akan memberi kamu satu tips yang jitu, tetapi apakah kamu siap menerima konsekuensinya jika kamu tidak berhasil melakukannya?”
“Ya, saya siap melakukannya”
“Gampang sekali, Besok  pagi kamu harus sudah mendapatkan 100 kartu nama orang-orang yang akan menjadi calon customer anda, dan jika anda gagal melakukannya, maka anda akan saya keluarkan dari perusahaan ini, karena anda tidak mempunyai kualifikasi yang saya butuhkan.”
Pegawai tersebut terkejut dan berkata,”Wah, begitu beratkah konsekuensinya?” Sepertinya dia tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar dari pimpinannya.
“Jika anda tidak percaya, lihat saja besok”.
Keesokan paginya, karyawan baru tersebut sudah datang kekantor pagi pagi sekali ,dan ditangannya terdapat 100 lembar kartu nama, dia lalu memberikan kepada Mr.steve dan dia bertanya apa yang harus dia lakukan. Mr.steve mengatakan bahwa, apa yg perlu dia lakukan adalah segera telepon dan menghubungi ke 100 customer barunya tersebut.
Karyawan tersebut mulai menelepon berdasarkan kartu nama yang berhasil dia dapatkan satu persatu hingga hingga yang ke 73, tetapi tidak ada satupun customer yang berminat dengan penawarannya.
Mr Steve kemudian memberitahunya untuk melakukan pendekatan ke customer ,dengan Nada suara yang mengandung antusiasme, tanpa putus asa, dia kembali ke CUSTOMER YANG KE 74.Dan tampaknya custumer ini mulai tertarik dengan penawarannya, untuk itu dia bersedia memberi waktu 5 menit untuk bertemu.
Apa yang membuat customer tersebut memberikan respons yang positif?
satu hal yang pasti. CUSTOMER TERSEBUT MENDENGAR NADA YANG ANTUSIAS DALAM PENAWARAN TERSEBUT. Dan setelah pertemuan dengan customer ke 74 ini, dan berkat pelayanan yang prima, para pelanggan merasa puas dan mereferensikan kepada lebih banyak orang lagi. Sehingga angka penjualannya semakin  meningkat, HANYA DALAM WAKTU SATU BULAN SAJA, dia sudah berubah dari seorang karyawan YANG BIASA  menjadi seorang karyawan yang berprestasi.

“Hasil yang baik berarti anda memusatkan segenap perhatian dan energi secara konsisten pada apa yang anda lakukan.”
“Hasil yang tidak baik  berarti anda tidak atau kurang memusatkan perhatian dan energi secara konsisten pada apa yang anda lakukan.”
Ketika kita melihat sebatang pohon apel yang penuh dengan buah apel yang ranum berwarna merah dengan aroma yang menyegarkan dan mengundang selera untuk menikmatinya, maka kita tahu bahwa sebelumnya ada seseorang yang dengan sepenuh hati telah menanam dan merawatnyanya secara konsisten.
Demikian juga Jika kita melihat sebatang pohon anggur, berarti ada seseorang yang menanam bibit anggur disana, dan  jika kita melihat sebatang pohon jeruk, maka bisa dipastikan  bahwa ada seseorang yang telah menanam bibit jeruk tersebut. Tetapi jika kita melihat tidak ada satu buahpun pada pohon-pohon tersebut, hal tersebut  memberikan satu gambaran bahwa orang yang telah menanam pohon tersebut tidak serius ketika menanam pohon tersebut dan memusatkan perhatian dan energi untuk merawatnya secara konsisten.

Seandainya, pada hari ini,  jika anda belum merasa puas dengan apa yang telah anda hasilkan, hal ini .Itu memberikan satu gambaran, bahwa ANDA BELUM MENANAM SECARA BENAR DAN KONSISTEN. Anda setuju?
Saya akan memberi satu simulasi kepada anda, JIKA ANDA INGIN MENARIK UANG DARI BANK, MAKA TERLEBIH DAHULU ANDA HARUS MENABUNG UANG DIBANK.
Saatnya untuk bertanya pada diri sendiri, SIAPAKAH SAYA?, APA YANG SEDANG SAYA  LAKUKAN ?, APA TUJUAN HIDUP SAYA?,  DAN APAKAH SAYA TELAH  MELAKUKANNYA DENGAN BAIK DAN BENAR?.